Daily Archives: 4 Juni 2009

apa definisi dari?…

program Opensuse

Iklan

Aplikasi KAlgebra untuk Belajar Aljabar

Artikel ini merupakan sumbangan dari rekan Adi Nugroho. Artikel asli dan versi update terbaru dapat ditemui pada artikel “KAlgebra – Cara Asyik Menikmati Aljabar”

KAlgebra merupakan perangkat lunak bebas (free software) yang bisa digunakan sebagai alat bantu saat belajar matematika, terutama aljabar. Perangkat lunak buatan Aleix Pol ini tersedia untuk sistem operasi GNU/Linux.

KAlgebra di SUSE Linux 10.1

Saat pertama dijalankan, kita akan dihadapkan pada mode kalkulator. Untuk menggunakannya sangatlah mudah. Ketikkan saja operasi aritmatika yang Anda inginkan di kursor yang berkedip-kedip di bagian bawah. Misalnya, 1+1, lalu tekan tombol Enter. Operasi panjang yang melibatkan tanda kurung pun dimengerti oleh KAlgebra, misalnya (2+3)*8.

Mode kalkulator di KAlgebra

Selain itu, peranti lunak ini menyertakan kemampuan untuk menggambar grafik matematika. Baik grafik 2D (di bagian 2D Graph) maupun 3D (di bagian 3D Graph).

Mode grafik 2D di KAlgebra

Untuk mulai menggambar grafik 2D, tekan saja tombol Add function. Setelah itu, kita akan dihadapkan tampilan seperti berikut

Jendela “Add/Edit a function” di KAlgebra

Untuk menggambar sebuah grafik 2D, kita tuliskan persamaan matematisnya di kotak bagian atas. Untuk mengatur warna grafik, pilihlah satu warna yang telah disediakan dari menu gulung. Setelah itu, tekanlah tombol OK untuk menutup jendela tersebut. Selanjutnya kita dihadapkan pada tampilan seperti berikut

Grafik sin(x)

Bila ingin memperoleh grafik lainnya, tekan saja tombol Add function dan lakukan proses seperti sebelumnya.

Tampilan dua buah grafik 2D di KAlgebra

Bila Anda menginginkan satu grafik tertentu dari beberapa grafik yang telah terpampang di layar, hilangkan saja tanda centang dari grafik yang tidak Anda inginkan.

Berikut ini contoh tampilan grafik 3D

Grafik 3D di KAlgebra

Grafik 3D di KAlgebra

Di mana kita bisa mendapatkan perangkat lunak ini?

KAlgebra bisa diperoleh di KDE Apps maupun SourceForge.

Selamat menikmati!

Diambil dari http://opensuse.or.idpanduan/aplikasi/aplikasi-multimedia/aplikasi-kalgebra-untuk-belajar-aljabar/

instalasi OpenSuse

Melalui Internet

Instalasi OpenSUSE melalui internet untuk kondisi di Indonesia mungkin belum memungkinkan untuk semua daerah. Ini terkait dengan masalah kecepatan koneksi internet. Meski demikian, untuk beberapa wilayah, akses ini sudah memungkinkan, apalagi untuk pelanggan dengan kecepatan internet hingga xx Mbps.

Instalasi OpenSUSE melalui internet tidak jauh berbeda dengan Instalasi OpenSUSE melalui jaringan. Letak perbedaannya hanya pada protokol yang digunakan, yaitu ftp atau http. Pada instalasi OpenSUSE melalui jaringan, pilihan sumber instalasi jauh lebih banyak, bisa meggunakan NFS, Samba, http maupun ftp.

Berikut adalah langkah-langkah instalasi OpenSUSE melalui internet :

  1. Download mini boot CD sebesar 35 MB dari mirror OpenSUSE. Nama filenya adalah openSUSE-10.2-GM-i386-mini.iso. Sesuaikan dengan versi distro yang digunakan.
  2. Burning mini boot CD
  3. Tentukan dan catat lokasi repositori OpenSUSE yang akan digunakan. Lihat daftarnya dari halaman repositori OpenSUSE.
  4. Boot komputer melalui CD
  5. Setelah muncul tampilan awal install, tekan F4
  6. Pilih http atau ftp
  7. Masukkan Server Name dan Installation Directory
  8. Pilih Install

OpenSUSE akan memulai proses instalasi dengan terlebih dahulu melakukan loading kernel dan melakukan download base installation system sebesar 70 MB. Urutan proses instalasi berikutnya tidak akan jauh berbeda dengan urutan pada instalasi menggunakan CD/DVD.

Jika mengalami masalah pada saat melakukan koneksi ke repositori, periksa kembali isian yang dimasukkan. Silakan baca panduan pada Instalasi OpenSUSE melalui jaringan karena pola pemasukan isiannya sama dan identik.

Diambil dari (http://opensuse.or.id/panduan/instalasi/instalasi-opensuse-melalui-internet/)

Akhlaqul Karimah

Akhlaqul Karimah
Orang shaleh bukan hanya pandai mengabdikan dirinya kepada Allah swt. yang diekspresikannya dengan Aqidah Salimah dan Shahihul Ibadah seperti yang telah dijabarkan di atas, tapi orang shaleh juga sangat santun dan perhatian kepada sesama manusia. Sikap ini dalam bahasa praktis disebut Akhlaqul Karimah, artinya berakhlak mulia dan santun kepada orang lain. Orang shaleh akan memiliki akhlak berikut:

1. Tidak menghina dan zhalim (aniaya) kepada orang lain
“Seorang muslim adalah saudara bagi sesama muslim. Karena itu janganlah menganiayanya, jangan membiarkannya teraniaya, dan jangan menghinanya, taqwa tempatnya di sini! – sambil Beliau menunjuk dadanya tiga kali -. Alangkah besar dosanya menghina saudara sesama muslim. Setiap muslim haram menumpahkan darah sesama muslim, haram merampas hartanya, dan haram mencemarkan kehormatan dan nama baiknya,” (HR. Muslim, Jilid IV, No. 2193) Tidak berprasangka buruk, tidak mencari-cari keburukan orang lain, tidak dengki, serta bersaing secara sehat

2. “Hindari prasangka buruk, karena dia berita paling bohong. Jangan saling mencari keburukan, jangan saling mengorek aib, jangan bersaing secara tidak sahat, jangan saling mendengki, jangan saling marah, dan jangan saling tidak peduli. Tetapi jadilah kamu semua bersaudara sebagai hamba-hamba Allah.” (HR. Muslim, jilid IV, No. 2119) Bersikap ramah

3. “Janganlah kamu menganggap sepele (remeh) pada kebaikan, walaupun sekedar menampakkan wajah yang ramah saat bertemu saudaramu (sesungguhnya itu adalah kebaikan).” (HR. Muslim) “Wajah yang ramah saat bertemu saudaramu, itu merupakan shadaqah.” (HR. Tirmidzi) “Sejak masuk Islam, saya menyaksikan wajah Rasul selalu tersenyum ramah.” (HR. Bukhari dan Muslim) Berbicara santun dan menghargai orang lain

4. “Serulah (manusia) ke jalan Tuhanmu dengan hikmah (bijaksana) dan nasihat yang baik, serta berdiskusilah dengan cara yang baik…” (QS. An-Nahl 16:125) Mendo’akan yang baik untuk orang lain.berusaha meringankan beban orang lain

5. “Sesungguhnya do’a seorang muslim yang dipanjatkan tanpa sepengetahuan orang yang dido’akan, pasti dikabulkan karena di atas kepalanya ada malaikat. Setiap kali orang itu mendo’akan kebaikan untuk orang lain, malaikat itu menyahutnya” “Amien!Mudah-mudahan Allah mengabulkan dan memberikan kebaikan yang sama kepadamu.” (HR. Bukhari dalam Adabul Mufrad). “Do’a yang paling cepat dikabulkan adalah do’a yang dipanjatkan tanpa sepengetahuan orang yang dido’akan.” (HR. Bukhari dalam Adabul Mufrad) Berusaha meringankan beban orang lain

6. “Siapa yang menolong kesusahan seorang muslim dari kesusahan-kesusahan dunia, pasti Allah akan menolongnya dari kesusahan-kesusahan akhirat. Siapa yang meringankan beban orang yang susah, niscaya Allah akan meringankan bebannya di dunia dan akhirat. Siapa yang menutup aib seorang muslim, niscaya Allah akan tutup aibnya di dunia dan akhirat. Allah akan senantiasa menolong hamba-Nya selama si hamba itu suka menolong orang lain.” (HR. Bukhari) Berusaha mencintai orang lain dengan tulus tanpa meminta imbalan

Ciri-ciri orang shaleh

Kesalehan bisa diraih bukan sekedar dengan do’a tapi harus diimbangi dengan mujahadah (usaha yang sungguh-sungguh dan berkesinambungan).
Berikut adalah ciri-ciri yang mudah-mudahan dapat melatih kita untuk mencerminkannya dalam setiap aspek kehidupan kita guna bekal nanti di Akherat. Amin.

Salimul ‘Aqidah

Salimul ‘aqidah artinya keimanan yang lurus atau kokoh. Aqidah atau keimanan kepada Allah merupakan fondasi bangunan keislaman. Apabila fondasi keimanan itu kuat, insya allah amaliah keseharian pun akan istiqamah (konsisten), tahan uji, dan handal. Keimanan itu sifatnya abstrak, karenanya, untuk mengetahui apakah iman itu kokoh ataukah masih rapuh, kita perlu mengetahui indikator atau tanda-tanda iman yang kokoh.

Muraqabatullah
Orang yang memiliki keimanan yang kokoh merasakan Allah sangat dekat dengan dirinya, mengawasi seluruh ucap dan geraknya. Dengan demikian akan tumbuh dari dirinya perilaku yang lurus dan selalu mawas diri. Inilah yang disebut Muraqabatullah, yaitu kondisi psikis dimana kita meras ditatap, dilihat,dan diawasi Allah swt. kapan dan dimana pun berada. Adapun yang menjadi landasannya adalah: “Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dan mengetahui apa yang dibisikkan oleh hatinya, dan kami lebih dekat kepadanya dari pada urat lehernya.” (QS. Qaaf 50:16) “Tidakkah kamu perhatikan bahwa sesungguhnya Allah mengetahui apa apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi? Tiada pembicaraan rahasia antara tiga orang, melainkan Dia-lah yang keempat. Dan tiada pembicaraan antar lima orang, melainkan Dia-lah yang keenam. Dan tiada (pula) pembicaraan antara (jumlah) yang kurang dari itu atau lebih banyak, melainkan Dia ada bersama mereka di mana pun mereka berada, kemudian Dia akan memberitahuakan kepada mereka pada hari kiamat apa yang telah mereka kerjakan. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.” (QS. Al Mujadalah 58:7)

Dzikrullah
Orang yang memiliki keimanan yang kokoh akan merasakan kerinduan yang sangat kuat kepada Allah. Bila kita selalu merindukan-Nya, Dia pun akan merindukan kita. Dzikrullah adalah ekspresi kerinduan kepada Allah swt. “Dan dzikirlah (ingatlah) Allah sebanyak-banyaknya, supaya kamu beruntung.” (QS. Al-Jumu’ah 62:10) “Karena itu, ingatlah kepada-Ku, niscaya aku akan mengingatmu pula. Dan bersyukurlah kepada-Ku, serta janganlah kamu mengingkari nikmat-Ku.” (QS. Al-Baqarah 2:152). Allah swt. akan menyertai orang-orang yang selalu berdzikir/rindu kepada-Nya, sebagaimana dijelaskan dalam hadits qudsi berikut ini, “Aku adalah menurut persangkaan hamba-Ku kepada-Ku. Dan aku bersamanya ketika ia menyebut-Ku dalam dirinya, maka Aku menyebutnya dalam diri-Ku. Ketika ia menyebut-Ku ditengah-tengah sekelompok orang, mala aku menyebutnya ditengah-tengah kelompok orang yang lebih baik dari mereka (kelompok malaikat).” (HR. Imam Ahmad, Imam Bukhari, Imam Muslim, At Tarmidzi, dan Ibnu Majah)

Meninggalkan syirik
Syirik artinya meyakini ada kekuatan atau kekuasaan yang setaraf dengan kekuasaan, kebesaran, dan keagungan Allah swt. Orang yang memiliki keimanan yang kokoh akan memiliki loyalitas atau kesetiaan yang fokus kepada Allah swt., karenanya dia akan meninggalkan seluruh perbuatan syirik. Syirik diklasifikasikan sebagai dosa yang paling besar sebagaimana dijelaskan dalam keterangan berikut. “Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan dia mengampuni segala dosa selain dari (syirik) bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan Allah, maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar.” (QS. An-Nisa :48)

Rajin membaca, memahami, dan mengamalkan Al Qur’an
Al Qur’am merupakan kitab suci yang merekam seluruh pesan-pesan Allah awt. Kita bisa menelaah apa saja yang Allas swt, sukai dan apa yang dimurkai-Nya. Orang yang memiliki iman yang kokoh akan berusaha membaca, memahami, dan mengamalkan apa yang ada dalam Al Qur’an. “Ini adalah sebuah kitab yang Kami (Allah) turunkan kepadamu, yang didalamnya penuh berkah, supaya mereka memperhatikan ayat-ayat-Nya, dan supaya mendapatkan pelajaran orang-orang yang mau menggunkan akalnya.” (QS. Shaad 38:29).

Shahihul ‘Ibadah
Karakter orang shaleh berikutnya adalah shahihul ibadah, artinya benar dan tekun dalam beribadah. Ibadah adalah ekspresi lahiriah pengabdian seorang hamba kepada Allah swt. para ahli membagi ibadah pada dua bagian, yaitu Ibadah ‘Ammah dan Ibadah Khashshah. Ibadah ‘Ammah adalah seluruh ucapan dan perbuatan – baik tampak ataupun tidak tampak – yang diridhai dan dicintai Allah swt. Misalnya, mencari ilmu, mencari nafkah, hormat kepada orang tua, ramah pada tetangga, dan lain-lain. Ini semua disebut ibadah ‘ammah karena teknik pelaksanaanya tidak diatur secara detail tapi disesuaikan dengan tuntutan situasional.

* Sedangkan ibadah khashshah adalah ibadah yang teknik pelaksanaanya ditentukan atau diatur secara detail oleh Rasulullah saw. Musalnya ibadah shalat, haji, shaum, dan lain-lain. Kalau kita shalat, maka ruku, sujud, dan seluruh gerakan serta bacaanya harus mengikuti sunah Rasulullah saw. Kita tidak dibenarkan menambahi atau menguranginya karena shalat merupakan ibadah khashshah. Allah swt. membalas seluruh pengabdian kita sesuai dengan usaha dan kesungguhan yang kita lakukan. Makin rajin kita beribadah, Allah pun makin dekat dengan kita. Makin malas kita mengabdi, Allah pun makin menjauhi kita. Karena itulah orang-orang shaleh akan rajin, tekun, dan khusu dalam beribadah kepada-Nya. Perhatikan keterangan berikut. “Jika ia manusia bertaqarrub (beribadah) kepada-Ku satu jengkal, maka Aku akan mendekat kepadanya satu hasta. Jika ia berataqarrub kepada-Ku satu hasta, maka Aku mendekat kepada-Nya satu depa. Dan apabila ia mendatangi-Ku dengan berjalan, maka Aku mendatanginya dengan berlari.” (HR. Imam Ahmad, Imam Bukhari, Imam Muslim, At Tarmidzi, dan Ibnu Majah).